Ditulis Oleh
Mengapa Lukisan Klasik Terlihat Hidup? Rahasia Teknik Chiaroscuro
Published at Feb 10, 2026 12.41 by rabbani
Dalam dunia seni rupa, teknik ini dikenal dengan nama Chiaroscuro. Sebuah istilah dari bahasa Italia; chiaro berarti terang, dan oscuro berarti gelap. Sederhananya, ini adalah teknik kontras ekstrem antara cahaya dan bayangan untuk menciptakan volume tiga dimensi yang dramatis.
Awal Mula Cahaya Menembus Kegelapan
Menurut catatan sejarah dari The Metropolitan Museum of Art, teknik Chiaroscuro mulai dikembangkan pada masa Renaissance, namun baru mencapai puncak kejayaannya pada era Baroque sekitar abad ke-17. Chiaroscuro bukan sekadar soal memberi bayangan; ini tentang menciptakan fokus. Dengan menggelapkan latar belakang, pelukis bisa "menyorot" bagian terpenting dari objeknya, layaknya lampu spotlight di panggung teater.
Namun, ada satu tingkatan yang lebih ekstrem dari Chiaroscuro yang disebut sebagai Tenebrism. Berasal dari kata Italia tenebroso yang berarti gelap atau suram, teknik ini tidak terlalu bermain dengan transisi lembut, melainkan langsung memberikan kontras yang "menusuk" antara area sangat terang dan kegelapan yang mendalam.
Bedah Karya: Narcisscus karya Caravaggio (1594-96)

Menurut catatan sejarah dari The Metropolitan Museum of Art, teknik Chiaroscuro mulai dikembangkan pada masa Renaissance, namun baru mencapai puncak kejayaannya pada era Baroque sekitar abad ke-17. Chiaroscuro bukan sekadar soal memberi bayangan; ini tentang menciptakan fokus. Dengan menggelapkan latar belakang, pelukis bisa "menyorot" bagian terpenting dari objeknya, layaknya lampu spotlight di panggung teater.
Namun, ada satu tingkatan yang lebih ekstrem dari Chiaroscuro yang disebut sebagai Tenebrism. Berasal dari kata Italia tenebroso yang berarti gelap atau suram, teknik ini tidak terlalu bermain dengan transisi lembut, melainkan langsung memberikan kontras yang "menusuk" antara area sangat terang dan kegelapan yang mendalam.
Bedah Karya: Adoration of the Child karya Gerard van Hontorst (1620) Tenebrism vs. Chiaroscuro

Bergeser dari gaya Caravaggio yang keras, kita bisa melihat penerapan yang lebih lembut namun tetap kuat pada karya pelukis Belanda, Gerard van Honthorst. Dalam lukisannya yang berjudul Adoration of the Child, kita melihat perbedaan halus antara Chiaroscuro dan Tenebrism.
Berbeda dengan Caravaggio yang cahayanya sering datang dari luar kanvas, Honthorst menggunakan sumber cahaya internal, yakni cahaya yang seolah terpancar dari bayi Yesus. Meskipun tetap menggunakan prinsip gelap dan terang, nuansanya terasa lebih intim dan sakral. Kegelapan di sekeliling para gembala dan Maria berfungsi sebagai "bingkai" emosional yang memfokuskan kita pada momen kelahiran tersebut.
Mengapa Chiaroscuro Masih Relevan untuk Koleksimu?
Hingga hari ini, prinsip Chiaroscuro masih menjadi standar estetika, bahkan dalam fotografi modern dan sinematografi. Memiliki lukisan dengan teknik cahaya-gelap yang kuat di ARTIKNESIA memberikan beberapa keuntungan bagi ruangan kamu:
Menciptakan focal point, bahwa lukisan dengan kontras tinggi akan langsung menarik perhatian di dinding yang polos. Menambah kedalaman yang mana bayangan memberikan ilusi dimensi, kemudian membuat ruangan terasa lebih luas dan berkarakter, serta suasana yang kuat, dan seperti yang dijelaskan oleh para kurator di National Gallery London, teknik ini selalu berhasil membawa emosi, baik itu misteri maupun ketenangan.
Menghargai Cahaya Melalui Kegelapan
Seni adalah tentang keseimbangan. Seperti yang dibuktikan oleh Caravaggio dan Honthorst, terkadang keindahan sebuah objek justru baru terlihat jelas ketika disandingkan dengan kegelapan. Saat Anda mencari karya seni berikutnya, cobalah perhatikan bagaimana pelukisnya memainkan cahaya.
Referensi:
The Collector (TC): Chiaroscuro & Baroque - Analisis Lukisan Narcissus oleh Caravaggio.